Dien ini Telah Sempurna


Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam adalah penutup para nabi dan rasul secara mutlak. Tidak ada utusan setelah beliau dimanapun dan kapanpun. Sehingga tidak ada alternatif lain bagi kita selain mengikuti beliau.

Hal ini berarti syariat Islam berlaku universal hingga akhir masa. Kondisi ini menimbulkan konsekuensi bahwa syariat Islam harus sempurna tanpa perlu perubahan, penambahan ataupun pengurangan.

Agar pembahasannya ilmiah, maka saya harus menunjukkan hujjahnya.

Nash Al-Qur’anul Karim

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
”Pada hari ini telah aku sempurnakan bagi kalian agama kalian. Dan telah aku cukupkan nikmat-Ku kepada kalian. Dan Aku ridha Islam menjadi agama kalian.” [Al-Maidah : 3]
Ayat di atas menunjukkan bahwa tugas Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam sudah selesai. Ayat ini juga termasuk di antara ayat yang menjadi isyarat bahwa beliau sudah mendekati ajalnya.
Pada ayat di atas Allah Subhanahu wa Ta’ala telah secara tegas dan lugas menyatakan bahwa syariat Islam telah sempurna. Dan ini berlaku secara mutlak karena Allah Yang Maha Tahu dan Maha Sempurna yang menyatakannya. Sedangkan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak lupa ataupun lalai dari segalanya.
Konsekuensi dari ayat ini adalah setiap perkara yang di zaman Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para shahabat bukan sebagai ajaran Islam, maka pada hari ini juga bukan ajaran Islam.
Ayat ini menjadi hujjah yang tegas dan dalil yang pasti bagi pelaku bid’ah. Tidak ada celah untuk membantahnya sama sekali selama-lamanya. Sedikitpun tidak ada ruang bagi mereka dan untuk bid’ah yang diada-adakannya.

Dalil Al-Hadits Shahih

Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda :
“Tidaklah Allah mengutus seorang nabi, kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan kebaikan atas umatnya apa yang ia telah ketahui bagi mereka, dan memperingatkan mereka dari kejelekan yang ia ketahui bagi mereka.” [HR.Muslim dalam Shohih-nya]
Seluruh petunjuk yang diperlukan oleh manusia dalam mengarungi lautan kehidupan ini telah diajarkan. Apapun problema yang dihadapi manusia telah ada jawabannya. Apapun kendala yang menghadang telah ada solusinya.
Petunjuk ini adalah untuk mengantarkan manusia dalam menggapai kebahagiaan baik selama hidup di dunia yang fana ini maupun di akhirat yang abadi. Seluruh rambu telah ditegakkan. Setiap marka telah digoreskan.
Semuanya telah diterangkan di dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah. Tinggal kewajiban bagi kita adalah mempelajari, membenarkan, mengamalkan dan mengajarkan.
Di sinilah perlunya kita secara rutin mengikuti kajian. Karena ternyata belajar dari buku saja tidak cukup. Ada kelebihan saat mengikuti kajian dibanding belajar dari buku.

Di antaranya adalah pada saat kajian kita bisa bertanya kepada ustadz. Lalu kedua kajian juga menjadi ajang silaturahmi dengan saudara seiman. Dan ketiga kita mendapat suntikan semangat yang tidak kita dapatkan dari membaca buku.

Inilah yang bisa saya sampaikan. Wallahu a’lam.
Catatan :
Perlu diingat bahwa kebahagiaan tidak diukur dengan jumlah uang yang dimiliki. Dan bahwa petunjuk yang saya maksud di sini bukanlah untuk menumpuk kekayaan materi.
Ini adalah petunjuk bagi manusia untuk melaksanakan tugas yang telah dibebankan yaitu beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bila kita dapat menunaikan tugas, maka kita ”berhak” menikmati kebahagiaan dunia dan akhirat.

Komentar Terbaru

Just load it!