Saudaraku... Surga Ataukah Neraka Yang Akan Engkau Pilih ?? (1)

Sifat – sifat & Kenikmatan – kenikmatan Surga


Bismillah Assalamu Alikum

 
Rosululloh -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: "Alloh berfirman: "Aku telah menyediakan untuk hamba – hamba-Ku yang sholih sesuatu yang belum pernah dilihat oleh mata, tidak pernah di dengar oleh telinga, dan tidak pernah terbersit dalam hati. Bacalah jika kalian mau: "Seorang pun tidak mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam-macam nikmat) yang menyedapkan pandangan mata" [Muttafaq alaih]
 
Dan kenikmatan – kenikmatan surga ada dua jenis yaitu: yang bersifat maknawy dan yang bersifat hissy (dirasakan oleh panca indera.ed).
Adapun kenikmatan yang bersifat maknawy adalah: keridloan yang Alloh berikan kepada penduduk surga dimana Alloh tidak akan murka kepada mereka selamanya. Dan yang lebih besar dari itu adalah kenikmatan melihat wajah Alloh di surga.
 
Rosululloh -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: "Alloh berfirman kepada ahli surga:"Wahai ahli surga" Mereka menjawab: "Kami menjawab panggilan-Mu dan kebaikan itu ada di kedua tangan-Mu" Lalu berfirman: "Sudahkah kalian merasa ridlo? Mereka menjawab: "Wahai Tuhan kami bagaimana kami tidak ridlo, Engkau telah memberikan kepada kami apa yang tidak diberikan kepada seorang makhlukpun" Lalu Alloh berfirman: "Maukah kalian Aku kasih sesuatu yang lebih utama dari semua itu? Mereka bertanya: "Wahai Tuhan kami, apakah yang lebih utama dari itu semua? Alloh menjawab: "Aku halalkan atas kalian keridloan-Ku dan setelah ini Aku tidak akan benci kepada kalian selamanya" [Muttafaq alaih]
 
لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الحُسْنَى وَزِيَادَةٌ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ [يونس: 62]
"Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya"
 
Dan yang dimaksud "Tambahannya" adalah melihat kepada Wajah Alloh sebagaimana yang diterangkan Rosululloh -solallohu alaihi wa sallam- dalam hadits Shuhaibriwayat imam Muslim
وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ * إِلَى رَبِّهَا نَاظِرَةٌ [القيامة: 22-23]
"Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat"
 
Sedangkan kenikmatan yang bersifat hissy bentuknya sangatlah banyak, antara lain:
 

1. Sifat pintu surga

 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam- bersabda: "Barangsiapa yang berdoa [Asyhadu An laa Ilaaha Illallohu Wahdahu Laa Syariikalah Wa Anna Muhammadan 'Abduhu Wa Rosuuluh Allohummaj'alni Munattawwabiin Waj'alnii Minal Mutathohhiriin] maka akan dibukakan untuknya pintu surga yang ada delapan, dan dia akan masuk dari pintu mana yang dia mau" [HR Turmudzi dan dishahihkan oleh Al-Albani]
 
Dan jarak antara pintu – pintu surga itu sejauh perjalanan empat puluh tahun.Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya jarak antara dua pintu dari pintu-pintu surga adalah perjalanan empat puluh tahun. Sungguh akan datang satu hari dan dia bersuara bising karena ramai." (HR. Muslim)
 
Dan untuk saat-saat tertentu pintu surga dibuka, seperti saat bulan Ramadlan dan setiap hari Senin dan Kamis.
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Jika datang bulan Ramadlan dibukalah pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka dan setan-setan dibelenggu"[Muttafaq alaih]
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Pintu-pintu surga dibuka setiap Senin dan Kamis dan dosa setiap hamba yang tidak menyekutukan Alloh akan diampuni kecuali seseorang yang sedang bermusuhan dengan saudaranya, maka dikatakan: "Tunggulah kesua orang ini sampai berdamaitiga kali" [HR. Muslim]
 
Dan kelak setiap orang akan dipanggil melalui pintu – pintu khusus tergantung amalan yang mereka lakukan, Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “... Orang yang sholat akan dipanggil dari pintu sholat, orang yang berjihad akan dipanggil dari pintu jihad, orang yang berpuasa dipanggil dari pintu "Ar-Royyan", orang yang bersedekah dipanggil dari pintu shodaqoh..." [HR. Al-Bukhari]
 

2. Sifat bangunan surga, debunya, dan bebatuannya

 
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Kami pernah bertanya, Wahai Rosulullah, beritakanlah kepada kami tentang surga, bagaimanakah bangunannya? Beliau -solallohu alaihi wa sallam-menjawab: “Bangunannya adalah bata emas dan bata perak, lantainya adalah minyak kesturi, bebatuannya adalah mutiara dan permata, dan debunya adalah Za’faran. Siapa yang memasukinya, dia akan selalu hidup bahagia dan tidak akan mengalami kesengsaraan, dia akan dikekalkan dan tidak akan mati, pakaiannya tidak akan hancur, dan masa mudanya tidak akan sirna.” (HR. Ahmad dan Syeikh Al Albani berkata: Hadits ini hasan lighairihi)
 

3. Sifat kamar-kamar surga

 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam- bersabda: “Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang bagian luarnya dapat dilihat dari bagian dalam dan bagian dalamnya dapat dilihat dari bagian luar.” Abu Malik Al Asy’ary bertanya: Untuk siapa surga itu disediakan wahai Rosulullah? Beliau -solallohu alaihi wa sallam-menjawab: “Allah telah menyediakannya bagi orang yang melembutkan tuturkata, memberikan makanan, dan melaksanakan sholat pada malam hari ketika manusia sedang tidur.” (HR. Ath Thabrani dan Syeikh Al Albani berkata: Hadits hasan shahih)
 

4. Sifat kemah-kemah penduduk surga

 
حُورٌ مَقْصُورَاتٌ فِي الْخِيَامِ [الرحمن: 72]
"Bidadari-bidadari yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah-kemah"
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya orang mukmin di surga memiliki sebuah kemah yang terbuat dari satu mutiara yang berlubang yang panjangnya enam puluh mil. Di dalamnya, orang mukmin itu memiliki isteri-isteri yang apabila dia menggilir mereka, maka masing-masing mereka tidak dapat melihat sebagian yang lainnya.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
 

5. Sifat sungai-sungai surga

 
مَثَلُ الجَنَّةِ الَّتِي وُعِدَ المُتَّقُونَ فِيهَا أَنْهَارٌ مِنْ مَاءٍ غَيْرِ آَسِنٍ وَأَنْهَارٌ مِنْ لَبَنٍ لَمْ يَتَغَيَّرْ طَعْمُهُ وَأَنْهَارٌ مِنْ خَمْرٍ لَذَّةٍ لِلشَّارِبِينَ وَأَنْهَارٌ مِنْ عَسَلٍ مُصَفًّى وَلَهُمْ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَمَغْفِرَةٌ مِنْ رَبِّهِمْ كَمَنْ هُوَ خَالِدٌ فِي النَّارِ وَسُقُوا مَاءً حَمِيمًا فَقَطَّعَ أَمْعَاءَهُمْ [محمد:15]
"(Apakah) perumpamaan (penghuni) surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa yang di dalamnya ada sungai-sungai dari air yang tiada berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari air susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khamar (arak) yang lezat rasanya bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring; dan mereka memperoleh di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka, sama dengan orang yang kekal dalam neraka dan diberi minuman dengan air yang mendidih sehingga memotong-motong ususnya?"
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada lautan air, lautan madu, lautan susu, dan lautan khamer. Kemudian darinya mengalirlah sungai-sungai.” (HR. Al Baihaqi dan dihasankan oleh Syeikh Al Albani)
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Al Kautsar adalah sebuah sungai yang ada di surga yang kedua tepinya terbuat dari emas, aliran airnya di atas berlian dan permata, debunya lebih wangi dari minyak misk, dan airnya lebih manis dari madu dan lebih putih dari salju.” (HR. Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albani)
 

6. Sifat pepohonan surga

 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang jika seorang berkendaraan berjalan di bawah naungannya selama seratus tahun, niscaya dia tidak akan selesai melewatinya. Jika kalian ingin, bacalah: ((Dan naungan yang terbentang luas, dan air yang tercurah)).” (HR. Al Bukhori dan At Tirmidzi)
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya di dalam surga ada sebuah pohon yang jika seorang penunggang kuda yang terlatih dan cepat berjalan melewatinya selama seratus tahun, niscaya dia tidak akan selesai melewatinya.” (HR. Al Bukhori)
 

7. Pasar surga

 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya di surga ada sebuah pasar yang didatangi oleh para penduduk surga hanya pada hari Jum’at. Ketika itu angin dari arah utara berhembus dan menerpa wajah-wajah mereka dan pakaian-pakaian mereka sehingga menjadikan mereka bertambah bagus dan tampan. Lalu mereka kembali kepada isteri-isteri mereka dalam keadaan semakin bertambah bagus dan tampan. Isteri-isteri mereka pun berkata kepada mereka: Demi Allah, sungguh kalian semakin bertambah bagus dan tampan setelah meninggalkan kami. Mereka pun menjawab: Demi Allah, sungguh kalian juga semakin bertambah bagus dan cantik setelah sepeninggalan kami.” (HR. Muslim)
 
Dari Anas bin Malik, dia berkata: “Penduduk surga berkata: pergilah kalian ke pasar! Mereka pun pergi menuju dataran misk. Ketika mereka kembali kepada isteri-isteri mereka, mereka berkata: Sungguh kami benar-benar mencium bau harum dari diri kalian yang sebelumnya tidak kalian miliki. Mereka pun menjawab: Sungguh kalian juga telah kembali dengan membawa bau harum yang sebelumnya tidak ada pada diri kalian ketika kalian pergi meninggalkan kami.” (HR. Ibnu Abi Ad Dunya dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam kitab Shahiih At Targhiib Wa At Tarhiib)
 

8. Makan dan minum para penduduk surga

 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Para penduduk surga akan makan dan minum di dalamnya, mereka tidak buang air besar, tidak beringus, dan mereka juga tidak buang air kecil. Bahkan makanan mereka itu akan menghasilkan sendawa yang wanginya seperti wangi minyak misk. Mereka diberikan ilham untuk bertasbih dan bertahmid sebagaimana mereka diberikan ilham untuk bernafas.” (HR. Muslim)
 
Dari Abu Umamah secara mauquf, dia berkata: “Sesungguhnya salah seorang dari penduduk surga jika hendak minum dari minuman surga, sebuah teko menghampirinya dan berada tepat di tangannya, lalu diapun minum, kemudian teko itu kembali ke tempatnya.” (HR. Ibnu Abi Ad Dunya dan dihasankan oleh Syeikh Al Albani)
 
Dari Abu Umamah, dia berkata: “Sesungguhnya salah seorang dari penduduk surga jika menginginkan seekor burung dari burung-burung surga, maka burung itu akan berada tepat di tangannya dalam keadaan matang siap santap.” (HR. Ibnu Abi Ad Dunya secara mauquf dan Syeikh Al Albani telah menyebutkannya dalam kitab Shahiih At Targhiib Wa At Tarhiib)
 

9. Sifat pakaian penduduk surga dan jubah mereka

 
أُولَئِكَ لَهُمْ جَنَّاتُ عَدْنٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهِمُ الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَيَلْبَسُونَ ثِيَابًا خُضْرًا مِنْ سُنْدُسٍ وَإِسْتَبْرَقٍ مُتَّكِئِينَ فِيهَا عَلَى الْأَرَائِكِ نِعْمَ الثَّوَابُ وَحَسُنَتْ مُرْتَفَقًا [الكهف:31]
"Mereka Itulah (orang-orang yang) bagi mereka surga 'Adn, mengalir sungai-sungai di bawahnya; dalam surga itu mereka dihiasi dengan gelang mas dan mereka memakai Pakaian hijau dari sutera halus dan sutera tebal, sedang mereka duduk sambil bersandar di atas dipan-dipan yang indah. Itulah pahala yang sebaik-baiknya, dan tempat istirahat yang indah"
 
عَالِيَهُمْ ثِيَابُ سُنْدُسٍ خُضْرٌ وَإِسْتَبْرَقٌ وَحُلُّوا أَسَاوِرَ مِنْ فِضَّةٍ وَسَقَاهُمْ رَبُّهُمْ شَرَابًا طَهُورًا [الإنسان:21]
"Mereka memakai Pakaian sutera halus yang hijau dan sutera tebal dan dipakaikan kepada mereka gelang terbuat dari perak, dan Tuhan memberikan kepada mereka minuman yang bersih"
 
إِنَّ اللَّهَ يُدْخِلُ الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ يُحَلَّوْنَ فِيهَا مِنْ أَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَلُؤْلُؤًا وَلِبَاسُهُمْ فِيهَا حَرِيرٌ [الحج:23]
"Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera"
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Siapa saja yang masuk surga akan selalu hidup bahagia dan tidak akan mengalami kesengsaraan, dia akan dikekalkan dan tidak akan mati, pakaiannya tidak akan hancur, dan masa mudanya tidak akan sirna.” (HR. Muslim)
 

10. Sifat ranjang-ranjang penduduk surga dan dipan-dipan mereka

 
Dari Ibnu Mas’ud dalam menafsirkan firman Allah ta’ala: ((Permadani yang bagian dalamnya dari sutera.)), dia berkata: “Kalian telah dikabarkan tentang bagian dalamnya, bagaimana dengan bagian luarnya?” (HR. Al Baihaqi)
 عَلَى سُرُرٍ مَوْضُونَةٍ * مُتَّكِئِينَ عَلَيْهَا مُتَقَابِلِينَ [الواقعة:15 – 1]
"Mereka berada di atas dipan yang bertahta emas dan permata, seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan"
 

11. Ciri wanita-wanita penduduk surga

 
إِنَّا أَنْشَأْنَاهُنَّ إِنْشَاءً * فَجَعَلْنَاهُنَّ أَبْكَارًا * عُرُبًا أَتْرَابًا * لِأَصْحَابِ الْيَمِينِ [الواقعة: 35 – 38]
"Sesungguhnya kami menciptakan mereka (Bidadari-bidadari) dengan langsung. Dan kami jadikan mereka gadis-gadis perawan. Penuh cinta lagi sebaya umurnya. (Kami ciptakan mereka) untuk golongan kanan.”
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-ketika menyifati wanita-wanita penduduk surga bersabda: “Jikalau seorang wanita dari penduduk surga menampakkan dirinya ke bumi, niscaya dia akan menyinari dan akan memenuhi wewangian antara keduanya. Sungguh, penutup kepalanya -yaitu kerudungnya- lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: Bagi setiap lelaki di antara mereka mendapatkan dua isteri dari kalangan bidadari, setiap satu isteri memakai tujuh puluh jubah yang sumsum betisnya dapat terlihat dari balik daging dan jubah mereka, sebagaimana minuman yang berwarna merah dapat terlihat dari gelas yang putih.” (HR. Ath Thabrani dan Al Baihaqi, Syeikh Al Albani berkata dalam kitab Shahiih At Targhiib Wa At Tarhiib: Hadits shahih lighairihi)
 

12. Syahwat penduduk surga dan hubungan intim mereka

 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda ketika menyifati kebahagiaan orang-orang mukmin di surga: “Sesungguhnya salah seorang dari mereka akan dianugerahkan kekuatan seratus orang dalam makanan, minuman, syahwat, dan jima’.” (HR. Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya dan Al Hakim)
 
 

Bagaimana Cara penghuni surga memasuki surga?

Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya rombongan yang pertama kali masuk surga adalah laksana rembulan di malam purnama. Rombongan yang masuk setelah mereka adalah laksana bintang yang sangat terang di langit. Mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak beringus, dan tidak berludah. Sisir mereka adalah terbuat dari emas, keringat mereka adalah minyak kesturi, tempat bukhur mereka adalah batang kayu gaharu India, isteri-isteri mereka adalah para bidadari, dan bentuk tubuh mereka adalah sama seperti bentuk tubuh ayah mereka Adam yaitu enam puluh hasta tingginya.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
 

Tingkatan-tingkatan penduduk surga

Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya para penduduk surga akan berusaha melihat penghuni-penghuni kamar yang ada di atas mereka, sebagaimana kalian berusaha melihat bintang yang terang gemerlapan cahayanya di langit dari arah timur atau barat, karena perbedaan keutamaan amalan di antara mereka.” Mereka (para Sahabat) bertanya: Wahai Rosulullah, apakah itu kedudukan para nabi yang tidak mungkin dapat dicapai oleh selain mereka? Beliau -solallohu alaihi wa sallam- menjawab: “Tentu, demi Dzat yang jiwaku ada di tangan-Nya, mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mempercayai para rosul.” (HR. Al Bukhori dan Muslim)
 

Penghuni surga yang paling rendah

Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: Musa bertanya kepada Rabbnya: “Siapa penduduk surga yang paling rendah kedudukannya?” Allah menjawab: ((Dia adalah seseorang yang datang setelah seluruh penduduk surga dimasukkan ke surga)). Maka dikatakan kepadanya: Masuklah ke dalam surga. Dia (orang itu) menjawab: Wahai Rabbku, bagaimana caranya? Semuanya orang telah menempati tempatnya masing-masing dan telah mengambil bagiannya. Maka dikatakan kepadanya: Apakah kamu suka jika memiliki kerajaan seperti yang dimiliki seorang raja dari kalangan raja-raja di dunia? Dia menjawab: Tentu aku suka wahai Rabbku. Allah berkata kepadanya: ((Kamu akan mendapatkannya dan yang semisalnya, semisalnya, semisalnya, dan semisalnya lagi)). Pada yang kelima kalinya dia berkata: Tentu, aku suka wahai Rabbku. Lalu Allah berkata: ((Ini semua adalah untukmu dan sepuluh kali lipatnya, bagimu pula segala apa yang diinginkan oleh jiwamu dan yang menyenangkan pandangan matamu)). Maka dia berkata: Tentu, aku suka wahai Rabbku. Musa bertanya: “Wahai Rabbku, siapa penduduk surga yang paling tinggi kedudukannya?” Allah menjawab: ((Mereka adalah orang-orang yang Aku cintai. Aku menanam kemuliaan (surga) mereka dengan tangan-Ku sendiri dan Aku pula yang menjaganya. Surga itu tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tidak pernah terlintas dalam hati manusia)).” Rosulullah bersabda: “Pembuktiannya ada dalam kitab Allah U: ((Tak seorangpun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang mata)) As Sajdah : 17.” (HR. Muslim)
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya penduduk surga yang paling rendah kedudukannya adalah seorang lelaki yang Allah palingkan wajahnya dari neraka menghadap surga dan Allah menggambarkan baginya sebuah pohon yang memiliki teduhan. Dia pun berkata: Wahai Robb, bawalah aku ke pohon itu agar aku berada di bawah teduhannya…” lalu beliau menyebutkan hadits tentang masuknya dia ke dalam surga dan angan-angannya, sampai beliau bersabda pada akhir haditsnya: “Maka ketika angan-angannya terputus (hanya sekedar angan-angan), Allah berfirman: ((Dia –istana itu- adalah untukmu juga sepuluh istana yang semisalnya)). Kemudian dia masuk ke istananya dan dia dihampiri oleh kedua isterinya dari kalangan bidadari. Mereka berkata kepadanya: Segala puji hanya milik Allah Dzat yang menghidupkanmu untuk kami dan menghidupkan kami untukmu. Maka dia pun berkata: Sungguh tidak ada seorang pun yang telah dierikan kenikmatan seperti yang telah diberikan kepadaku.” (HR. Muslim)
 
Rosulullah -solallohu alaihi wa sallam-bersabda: “Sesungguhnya penduduk surga yang paling rendah kedudukannya adalah orang yang mendapatkan seribu pelayan yang berkerja untuknya. Masing-masing pelayan mengerjakan pekerjaan yang tidak dikerjakan oleh pelayan lainnya.” Perawi (Abdullah bin Amr t) berkata: Kemudian beliau-solallohu alaihi wa sallam-membacakan ayat ini: ((Apabila kamu melihat mereka, kamu akan mengira mereka, mutiara yang bertaburan.)). (HR. Al Baihaqi dan dishahihkan oleh Syeikh Al Albani dalam kitab Shahiih At Targhiib Wa At Tarhiib)
 
Oleh: Abu Umair Mahful Safarudin (pengajar di Pesantren Islam Al Irsyad)

Komentar Terbaru

Just load it!